TAPANULI UTARA || LENSA INDONESIA NEWS .com- Penggunaan Dana Bos SMP Negeri 1 Purbatua untuk perawatan dan pemeliharaan Dana Bos di duga rawan penyelewengan.
Faktanya Dana Bos untuk perawatan dan pemeliharaan sekolah di duga tidak tersalurkan, nampak dari plapon gedung sekolah yang sudah pada bolong yang rusak tidak di perbaiki , jendela kaca yang pecah, kamar mandi tidak terawat dan meja belajar siswa dan kursi yang begitu parah rusaknya yang tidak layak di pakai.
Para awak media, (Rabu 29/04/2026) langsung menjumpai kepsek SMP Negeri 1 purbatua untuk konfirmasi tentang penggunaan anggaran dana bosnya, akan tetapi
Kepala sekolah SMP Negeri 1 Purbatua Robin Jibson Tampubolon tidak berada disekolahnya dikarenakan ada urusan ke Korwil menurut kata salah seorang guru di Sekolah
SMP Negeri 1 Purbatua.
Menurut sumber data, bahwasannya, anggaran yang diperoleh SMP Negeri 1 purbatua pada tahun 2024 Tahap I untuk Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Rp.18.18500
Tahap II Pemeliharaan Sarana Prasarana Rp.35.775.000
Tahun 2025 Tahap I Pemeliharaan Sarana Prasarana Rp.18.420.000.
Tahap II Pemeliharaan Sarana Prasarana Rp.63.800.000.
Berikut Dana penggunaan dana bos SMP Negeri 1 purbatua Secara terperinci;
[29/4, 12.15] PURBATUA
Kab. Tapanuli Utara, Prov. Sumatera Utara
Akreditasi
B
Informasi Umum
Kepala Sekolah
Robin Jibson Tampubolon
Nomor Pokok Sekolah Nasional
Jumlah Guru & Tenaga Pendidikan
20
Status Sekolah
Negeri
Rasio Guru dan Murid
1:18
Jumlah Murid
350
Informasi Guru dan Tenaga Pendidikan
[29/4, 12.16: 2024
Tahun
Rp 205.320.000
Jumlah dana yang diterima sekolah
Sedang Disalurkan
Status
Jumlah Siswa Penerima
354
Tanggal Pencairan
18 Januari 2024
Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 150.000
pengembangan perpustakaan
Rp 82.200.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 1.350.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 5.040.000
administrasi kegiatan sekolah
Rp 33.785.000
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 2.940.000
langganan daya dan jasa
Rp 1.530.000
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 18.185.000
penyediaan alat multi media pembelajaran
Rp 9.500.000
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama
Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0
pembayaran honor
Rp 50.640.000
Total Dana
Rp 205.320.000
[29/4, 12.18: 2024
Tahun
Rp 205.320.000
Jumlah dana yang diterima sekolah
Sedang Disalurkan
Status
Jumlah Siswa Penerima
354
Tanggal Pencairan
12 Agustus 2024
Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 0
pengembangan perpustakaan
Rp 65.175.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 3.750.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 7.008.000
administrasi kegiatan sekolah
Rp 37.522.000
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 2.620.000
langganan daya dan jasa
Rp 1.530.000
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 35.775.000
penyediaan alat multi media pembelajaran
Rp 5.500.000
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama
Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0
pembayaran honor
Rp 46.440.000
Total Dana
Rp 205.320.000
[29/4, 12.19] : 2025
Tahun
Rp 238.801.500
Jumlah dana yang diterima sekolah
Sedang Disalurkan
Status
Jumlah Siswa Penerima
361
Tanggal Pencairan
24 Januari 2025
Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 1.500.000
pengembangan perpustakaan
Rp 97.300.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 1.200.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 5.040.000
administrasi kegiatan sekolah
Rp 60.861.500
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 840.000
langganan daya dan jasa
Rp 1.530.000
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 18.420.000
penyediaan alat multi media pembelajaran
Rp 0
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama
Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0
pembayaran honor
Rp 52.110.000
Total Dana
Rp 238.801.500
[29/4, 12.20] : 2025
Tahun
Rp 238.801.500
Jumlah dana yang diterima sekolah
Sedang Disalurkan
Status
Jumlah Siswa Penerima
361
Tanggal Pencairan
26 Agustus 2025
Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 0
pengembangan perpustakaan
Rp 86.869.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 8.550.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 7.471.000
administrasi kegiatan sekolah
Rp 11.226.500
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 1.065.000
langganan daya dan jasa
Rp 1.530.000
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 63.800.000
penyediaan alat multi media pembelajaran
Rp 15.000.000
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama
Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0
pembayaran honor
Rp 43.290.000
Total Dana
Rp 238.801.500
Padahal pemerintah pusat melalui APBN setiap tahunnya mengucurkan anggaran yang sangat besar untuk pendidikan, tapi sangat disayangkan masih ditemukan anggaran itu tidak digunakan tepat sasaran.
Konfirmasi lebih lanjut, tim awak media mengkonfirmasi kepala sekolah SMP Negeri 1 purbatua Robin Jibson Tampubolon melalui ( WA), akan tetapi tidak menggubris sama sekali, sekan sudah kebal pada hukum yang berlaku di Indonesia ini.
Menanggapi hal tersebut Aris Pasaribu selaku pemerhati dan salah satu anggota" LSM LAPAN TIPIKOR INDONESIA" menuding bahwa Dominan Sekolah SMP Sederajat,Penggunaan Dana Bos yang di anggarkan pada anggaran Sarana Dan Prasarana belum maksimal penggunaannya ungkapnya" kita menyayangkan kinerja Dinas Pendidikan Taput yang belum mengevaluasi kinerja Kepsek SMP Negeri 1 Purbatua Robin Jibson Tampubolon.
Kalau Dana itu benar 100% salurkan tentunya Sekolah itu sudah lebih bagus.
Pertanyaannya! Kemana anggaran
SARPRAS itu selama ini? pungkasnya
Biasanya Permainan Kepala Sekolah dalam praktik penyalah gunaan Dana Bos yang paling rawan di pengadaan Buku dan Pemeliharaan dan Perawatan Sekolah.
Kita sudah menilai bahwa pinpinan Sekolah ini tidak mengindahkan atau menuruti perintah pinpinan tertinggi yang ada di kabupaten yakni Bapak Bupati Taput Dr.Jonius Taripar Hutabarat S,Si,M,Si dan Dr.Denni Lumban Toruan yang terus
menerus menggalakkan program"
SAITAPAIAS" dan TAPAMAJUMA
sebagai program unggulan, lanjutnya,
Hingga berita ini diterbitkan, tim awak media dan juga masyarakat purbatua meminta kepada Bupati Tapanuli Utara melalui dinas terkait agar mengevaluasi kinerja kepsek SMP Negeri 1 purbatua.
(Leonardy Pasaribu)










